beberapa hari yl saya dibilang 'bolot' oleh adek ketika saya tak segera menyahut ketika diajak bicara..
"bolot itu apa nak?", tanya saya sedikit terkejut.
"itu lho, yang kalo diajak ngomong pura2 gak denger", jawab adek.
"adek tahu darimana?", tanya saya sambil menahan tawa.
"ya dari mbak sari laaah...", jawab adek. mbak sari itu mbak yang yang membantu saya mengurus rumah dan menjaga anak2.
diwaktu yang lain,
"mami ini telinganya ketinggalan di dapur ya? atau di kamar mandi?", begitu saya di 'hardik' oleh anak saya. saya akui, tanpa bermaksud mengabaikan, kadang2 saya memang agak lambat merespon panggilan atau ajakan bicara anak2. mungkin sedang ada urusan yang tak dapat di tinggalkan, sedang menerima telpon, atau memang saya tak mendengar suara mereka.
__________________
saya hanya bisa tersenyum2. tentu saja senyum kecut. ternyata tidak semua proses tumbuh kembang anak2 mampu saya kontrol. padahal saya mengklaim diri saya "full time mom"....
saya tak bermaksud menyalahkan si mbak. atau bahkan menyalahkan diri saya sendiri. karena sejatinya, meski saya full time mom, saya tetap manusia biasa yang mempunyai kelemahan dan keterbatasan. tak sepanjang hari saya bisa memelihara 'mood'.
tak sepanjang waktu pula saya bisa mendampingi anak2 'mengeksplorasi dunia'.
ada saat dimana saya harus belanja ke warung atau ke pasar. saat dimana saya harus keluar untuk beberapa keperluan. saat dimana saya lelah dan pengen tidur dikala anak2 terjaga. saat dimana saya pengen nonton TV sendiri di dalam kamar. saat dimana saya duduk di depan komputer untuk suatu pekerjaan. saat dimana saya pengen buka internet, posting blog atau fesbukan. bahkan saat dimana saya harus menjadi istri yang wajib "berkhidmad" pada suaminya....
lepas dari persoalan pribadi saya, saya juga yakin semakin anak2 besar, semakin mereka membutuhkan ruang privat. ruang dimana mereka bisa leluasa mengekspresikan seluruh materi yang ada dalam alam pikirnya. kadang2 saya mesti membiarkan anak2 membongkar seluruh isi boks mainannya, lalu meratakannya keseluruh pojok ruang. membiarkan anak2 mengambil banyak2 kertas HVS saya, menggambar, lalu menggunting2nya. membiarkan anak2 membaca dikolong meja, dan sebagainya...
diatas segalanya, tak ada sesuatupun di dunia ini yang sempurna....
bahkan keinginan dan tekad untuk menjadi sempurnapun tak lantas menjadikan kita benar2 sempurna...
karena sesungguhnya, kesempurnaan hanya milik Allah.....