2 hari yang lalu anak2 saya tamat Iqra' 1. tak lebih dari 2 bulan. sebenarnya kuncinya adalah sedikit tapi kontinu. dan tak menggantungkan TPA sebagai satu2nya tempat belajar. karena justru sebenarnya rumah adalah tempat belajar yang paling efektif untuk anak2 seusia anak2 saya. begini, lamanya waktu anak2 di TPA paling2 cuma 1-1,5 jam. itupun belum tentu anak2 sedang berada dalam kondisi prima. sementara di rumah, banyak sekali waktu untuk anak2 belajar. tak terikat dengan waktu. jadi terserah kapan dan dimana, tergantung mood mereka. itulah kenapa dibanding beberapa temannya yang lebih dulu mengenal iqra' di TPA, anak2 saya lebih dulu tamat iqra 1.
Naah, inilah kelebihan full time mom, bisa memaksimalkan waktu yang saya miliki untuk membantu anak2 belajar diluar jam belajar sekolah...
21 Juni 2008
19 Juni 2008
Ga jd Dihapus Dweeeh....
lama juga blog ini ga kebagian waktu saya. pengen hapus aja sebenarnya. tapi sayang ah... biarin aja. kadang2 saya masih punya waktu kok. cuma mood itu yang seringkali susah dicarinya. pas datang tanpa dicari, giliran komputernya yang ngadat. itu yang namanya apesss. atau pas ada kesempatan pengen nulis, Ami-Alit nyerobot mau main komputer. masak iya sih gak ngalah.... lagian komputer ini di beli kan memang di niatkan untuk belajar anak2. hadiah ulang tahun ke-3 Ami-Alit. biar anak2 ga gaptek kayak maminya dulu. biar dari kecil sudah familier dengan teknologi. walaupun kadang2 khawatir juga dengan matanya. ntar deh kalau ada rejeki dibelikan monitor yang LCD biar agak jauh dari sisi meja. jadi ga dekat2 dengan mata.
segala sesuatu memang ada sisi positif sekaligus sisi negatifnya. teknologi atau apapun itu. orang tua dihadapkan pada pilihan sulit. ini yang membuat saya seringkali jadi serba salah. tapi tak boleh dong kita lantas jadi paranoid. semua ada resikonya, dan yang saya lakukan ya bagaimana kita meminimalisir resiko yang bakal ditimbulkan. misalnya, selalu mengingatkan anak2 untuk menjauhkan jarak mata mereka dari layar komputer. atau kalau sudah kelamaan ya bagaimana caranya merayu anak2 untuk menyelesaikan main gamenya tanpa harus mendengar mereka menangis atau melihat mereka ngambek.
eh ngomong2 hemoroid neh, alhamdulillah sekarang sudah sembuh. tuntas. hanya dalam hitungan 10 hari merubah pola makan. dapat bonus pula, berat badan menyusut 5 kg. ukuran celana turun dari 36 ke 35. subhanallah, saya seneng banget. celana yang tadinya ga bisa dipakai lagi, sekarang bisa dipakai. tapiii....., setelah 10 hari, dan hari ini memasuki hari ke 19 kok perkembangan berat badannya ga ada progress ya? kata suami saya sih saya mesti olah raga. udah kok, sit up rata2 60 kali sehari plus jogging 30 menit seminggu 3 kali. mungkin masih kurang ya....ah biarin deh yang penting sekarang hemoroid hilang dan BAB saya lancar. itu sdh terasa luar biasa sekali.
04 Juni 2008
Hemoroid
hari ini entah hari keberapa saya tidak makan nasi. cuma makan sayur, ayam, buah, tempe, tahu, kentang rebus, atau roti gandum. dan konsumsi vegeta 3 x sehari. niatnya bukan diet. bener2 bukan diet meskipun berat badan saya sudah over banget. semua gara2 susah BAB, lalu sayapaksa, lalu muncul benjolan kira2 sebesar kedelai di anus. dan saya panik ketika cari info di internet ternyata benjolan itu di sebut2 gejala hemoroid (sstt..wasir alias ambeien). waaah.. gimana tak panik, suami sudah ambeien masak saya ikut2an. makanya saya langsung melakukan tindakan pencegahan. jangan sampai benjolan itu membesar dan benar2 menjadi hemoroid beneran.
pertama, saya rubah pola makan. memperbanyak serat biar BAB lancar. selain itu kalau masuk kamar mandi buat buang hajat saya tidak cari2 koran dulu seperti biasanya, tapi langsung aja masuk kamar mandi. karena menurut yang saya baca di internet, salah satu penyebab hemoroid adalah baca koran sambil BAB. bukan baca korannya, tapi akibat keasyikan baca koran jadi lama duduk/jongkoknya itu lho? trus minum putihnya yang buuuuanyak. 2 liter katanya. dan alhamdulillah, benar2 lancar. baru hitungan hari benjolan mengecil dan sekarang sudah nyaris hilang.
woow woow...kok jadi ngomongin hemoroid? masalahnya sederhana. dulu tak pernah terpikir oleh saya bakal dihinggapi penyakit hemoroid. yakin 100%. PeDe abis deh. baru sekarang saya sadar bahwa hemoroid bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. tak perlu malu mengaku. tak perlu malu bertanya. tak perlu malu berbagi cerita. karena meski tumbuh di tempat yang memang bikin malu, tapi jika sudah benar2 terjangkit bukan lagi malu yang jadi soal, melainkan rasa tak nyaman dan tak mengenakkan.
pertama, saya rubah pola makan. memperbanyak serat biar BAB lancar. selain itu kalau masuk kamar mandi buat buang hajat saya tidak cari2 koran dulu seperti biasanya, tapi langsung aja masuk kamar mandi. karena menurut yang saya baca di internet, salah satu penyebab hemoroid adalah baca koran sambil BAB. bukan baca korannya, tapi akibat keasyikan baca koran jadi lama duduk/jongkoknya itu lho? trus minum putihnya yang buuuuanyak. 2 liter katanya. dan alhamdulillah, benar2 lancar. baru hitungan hari benjolan mengecil dan sekarang sudah nyaris hilang.
woow woow...kok jadi ngomongin hemoroid? masalahnya sederhana. dulu tak pernah terpikir oleh saya bakal dihinggapi penyakit hemoroid. yakin 100%. PeDe abis deh. baru sekarang saya sadar bahwa hemoroid bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. tak perlu malu mengaku. tak perlu malu bertanya. tak perlu malu berbagi cerita. karena meski tumbuh di tempat yang memang bikin malu, tapi jika sudah benar2 terjangkit bukan lagi malu yang jadi soal, melainkan rasa tak nyaman dan tak mengenakkan.
03 Juni 2008
Blog Baru, Rasa Baru....
hari ini saya buat blog lagi. buat saya. setelah kemaren2 sibuk ngurusin blognya Samiha dan Talitha, KembarCerdasKu, rasanya kok pengen punya blog sendiri. pengen rasanya cerita tentang banyak hal. melalui blog ini sayai pengen bicara banyak tentang pengalaman sayamenjadi ibu, menjadi istri, menjadi tetangga, menjadi perempuan dan menjadi manusia. selama ini semua saya pendam. saya simpan dalam ditempat yang saya sendiri tak yakin tahu dimana tempatnya. yang pasti, saya memendam banyak rasa. menyimpan banyak cerita. tapi semua seakan menguap. tak sempat saya tulis. tak ada pula kesempatan untuk diucap. semua tersimpan. rapi. di suatu tempat yang sunyi.
Langganan:
Postingan (Atom)