lagi-lagi saya dikejutkan oleh 'kedewasaan' anak saya menghadapi masalah.
Gebyar Lomba SDIT Baitul Jannah. lomba antar kelas. Samiha dan Talitha, bersama kawan-kawan lainnya, mewakili kelas masing-masing mengikuti lomba tahfidz. Surah an-Naas sampai al-Zalzalah.
ketika pengumuman lomba, Samiha dinyatakan Juara 2, mendapatkan piala+hadiah, sedangkan Talitha tidak. padahal, kaitannya dengan hafalan, keduanya sama-sama bagus. bahkan kalau bicara makhraj, Talitha justru lebih bagus. kelemahannya mungkin hanya di suara. Talitha mengaku suaranya tidak keras ketika mengikuti lomba.
tentu saja saya deg-degan. khawatir kalau Talitha down karena kegagalannya. apalagi piala ini ini menjadi piala perdana dalam sejarah kehidupan kedua anak kembar saya.
dalam perjalanan pulang, (mudah-mudahan tidak dalam rangka menghibur diri sendiri), Talitha tiba-tiba bilang "tapi aku nggak iri kok mi walaupun kakak dapat piala".
subhanallah... saya acungi jempol dua buat Talitah. saya besarkan hatinya. bahwa kekalahannya bukan karena tidak lebih hebat hafalannya, tapi hanya karena suaranya yang kurang keras.
"leher aku ini kecil mi, makanya aku ga bisa suara keras". saya tertawa ngakak, karena Talitha ngomong begitu sambil teriak...
30 Mei 2012
Gigi Oh Gigi...
gigi Samiha tumbuh 'agak' berantakan. padahal...saya sudah cukup sangat perhatian dengan perkembangannya. indikatornya, gigi susu tanggal jauh hari sebelum gigi tetapnya muncul. artinya, ya ompong duluan lumayan lama sebelum akhirnya gigi tetapnya tumbuh. nah, pas tumbuh kok ya masih 'agak' berantakan...
ada apa ini...???
terjawab kemaren ketika ke dokter gigi.
kata dokter gigi, hal itu bisa terjadi jika struktur rahang kecil sementara struktur gigi besar-besar. sehingga gigi yang tumbuh belakangan ga kebagian tempat. alhasil, tumbuhnya miring-miring dan menjadi 'agak' berantakan.
sedikit melegakan ketika berpikir teknologi kesehatan gigi yang begitu pesat. gigi berantakan, bahkan gigi nongolpun sekarang bisa 'dimodifikasi' menjadi lebih rapi dan lebih tersembunyi. tapi kan itu butuh proses. agak nanti, dan tentu saja lumayan sakit. galau saya dibuatnya. sampai-sampai saya tidak sadar bahwa kegalauan saya membuat Samiha tertekan.
subhanallah....mami macam apa saya?
harusnya saya bisa lebih tenang. harusnya saya bisa membesarkan hati Samiha sehingga Samiha tetap dalam puncak kepercayaan dirinya. bukannya sebaliknya, dengan sengaja bilang "ya Allah naaakkk...kenapa sih gigimu bisa berantakan gini. maju mundur kayak orang baris".
astaghfirullah...maafkan mami ya nak....
saya yakin bahwa saya belum terlambat untuk menyadari kekeliruan saya. masih banyak kesempatan untuk membesarkan hatinya. masih banyak contoh orang-orang yang giginya berantakan ternyata masih kelihatan anggun dan cantik...
lebih yakin lagi ketika Samiha bilang "ga papa kok mi, ini kan pemberian Allah".
MasyaAllah, Allahu Akbar...besar sekali hatimu nak...
terimakasih ya Allah, Tuhan saya yang Maha Tunggal...
ada apa ini...???
terjawab kemaren ketika ke dokter gigi.
kata dokter gigi, hal itu bisa terjadi jika struktur rahang kecil sementara struktur gigi besar-besar. sehingga gigi yang tumbuh belakangan ga kebagian tempat. alhasil, tumbuhnya miring-miring dan menjadi 'agak' berantakan.
sedikit melegakan ketika berpikir teknologi kesehatan gigi yang begitu pesat. gigi berantakan, bahkan gigi nongolpun sekarang bisa 'dimodifikasi' menjadi lebih rapi dan lebih tersembunyi. tapi kan itu butuh proses. agak nanti, dan tentu saja lumayan sakit. galau saya dibuatnya. sampai-sampai saya tidak sadar bahwa kegalauan saya membuat Samiha tertekan.
subhanallah....mami macam apa saya?
harusnya saya bisa lebih tenang. harusnya saya bisa membesarkan hati Samiha sehingga Samiha tetap dalam puncak kepercayaan dirinya. bukannya sebaliknya, dengan sengaja bilang "ya Allah naaakkk...kenapa sih gigimu bisa berantakan gini. maju mundur kayak orang baris".
astaghfirullah...maafkan mami ya nak....
saya yakin bahwa saya belum terlambat untuk menyadari kekeliruan saya. masih banyak kesempatan untuk membesarkan hatinya. masih banyak contoh orang-orang yang giginya berantakan ternyata masih kelihatan anggun dan cantik...
lebih yakin lagi ketika Samiha bilang "ga papa kok mi, ini kan pemberian Allah".
MasyaAllah, Allahu Akbar...besar sekali hatimu nak...
terimakasih ya Allah, Tuhan saya yang Maha Tunggal...
Langganan:
Postingan (Atom)