30 Mei 2012

Ketika Hanya Samiha yang Juara...

lagi-lagi saya dikejutkan oleh 'kedewasaan' anak saya menghadapi masalah.

Gebyar Lomba SDIT Baitul Jannah. lomba antar kelas. Samiha dan Talitha, bersama kawan-kawan lainnya, mewakili kelas masing-masing mengikuti lomba tahfidz. Surah an-Naas sampai al-Zalzalah. 

ketika pengumuman lomba, Samiha dinyatakan Juara 2, mendapatkan piala+hadiah, sedangkan Talitha tidak. padahal, kaitannya dengan hafalan, keduanya sama-sama bagus. bahkan kalau bicara makhraj, Talitha justru lebih bagus. kelemahannya mungkin hanya di suara. Talitha mengaku suaranya tidak keras ketika mengikuti lomba.

tentu saja saya deg-degan. khawatir kalau Talitha down karena kegagalannya. apalagi piala ini ini menjadi piala perdana dalam sejarah kehidupan kedua anak kembar saya. 

dalam perjalanan pulang, (mudah-mudahan tidak dalam rangka menghibur diri sendiri), Talitha tiba-tiba bilang "tapi aku nggak iri kok mi walaupun kakak dapat piala". 

subhanallah... saya acungi jempol dua buat Talitah. saya besarkan hatinya. bahwa kekalahannya bukan karena tidak lebih hebat hafalannya, tapi hanya karena suaranya yang kurang keras.

"leher aku ini kecil mi, makanya aku ga bisa suara keras". saya tertawa ngakak, karena Talitha ngomong begitu sambil teriak...