Kebijakan pemerintah tentang ujian, baik Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), maupun Ujian Nasional (UN), ternyata tidak hanya membuat stress murid-murid, tapi juga membuat stress para orang tua. Betapa tidak, hanya UTS saja, anak-anak dikondisikan sedemikian rupa oleh guru-gurunya untuk 'dengan serius' mengulang pelajaran dirumah. Apalagi UAS, bahkan lagi UN. Dan orang tua menjadi pihak yang ikut bertanggungjawab atas berhasil tidaknya anak-anak mereka menjalani ujian-ujian tersebut. Oleh karena itu, menghadapi berbagai ujian, bukan hanya anak-anak yang sibuk mempersiapkan diri dengan belajar belajar dan belajar, orang tuapun menjadi kalang kabut memantau aktifitas belajar anak-anaknya. Kerja sama tim yang sangat luar biasa bukan???
Besok, hari terakhir Samiha dan Talitha UAS. Lega. Paling tidak itu yang saya rasakan malam ini. Meskipun selama UAS tidak juga saya memaksa anak-anak untuk belajar belajar dan terus belajar. Berbulan-bulan belajar di sekolah setiap hari saya rasa sangat cukup untuk anak-anak mengingat seluruh pelajaran yang demikian berat dan padat. Kalaupun belajar, paling paling saya hanya mengajak anak-anak mengulang sekilas sekilas. Itupun, rasanya sudah sangat merasa bersalah. Kasihan anak-anak. Apalagi, kalau denger Talitha bilang "mami, tadi ngerjain soal susaaahhh bener. Kepalaku sampe mau pecah". Meski saya yakin, ya ga sampe segitunyalah...masak iya sampai kepala mau pecah hehehe...
Satu hal yang saya syukuri, alhamdulillah Samiha dan Talitha sehat wal afiat selama UAS berlangsung. Doa agar anak-anak sehatlah yang selalu saya panjatkan. Karena saya yakin anak-anak saya mampu menjawab soal-soal UAS meski tanpa harus belajar dengan 'sangat keras' selama UAS berlangsung. Apalagi jika anak-anak dalam keadaan sehat dan prima. Dan, sungguh luar biasa, hasil UAS Samiha untuk beberapa mata pelajaran yang sudah dibagikan begitu cemerlang (yang belum dibagikan Bahasa Inggris).
Matematika 100, PAI 98, PKn 90, Bahasa Indonesia 100, Bahasa Lampung 100, SBK 100, IPS 100, Aqidah Akhlaq 100, Siroh Nabawiyah (Sejarah Islam) 100, Bahasa Arab 100. Seluruh mata pelajaran terdiri dari 20 soal pilihan ganda (a,b,c) dan 10 soal essai.
Sayangnya, hasil ujian Talitha belum dibagikan...
Diatas segalanya, ujian-ujian yang akan terus, terus dan terus terjadi selama anak-anak masih mengenyam pendidikan formal, mestinya dihadapi dengan bijaksana. Menghadapi anak kelas 1 Sekolah Dasar (SD), kebijaksanaan tentunya milik orang tua. Milik saya. Maka, sudah betul ketika selama ujian berlangsung, saya tidak pernah memaksakan anak-anak saya untuk mengulang pelajaran untuk esok hari disaat anak-anak saya sudah capek sepulang ujian pada hari berjalan....